Main di Yogyakarta, Nih !



Udah lama ga nulis di blog. Akhirnya sekarang bisa nulis lagi dengan membawa cerita baru hehehe. Cerita kali ini tentang berkelana di  Yogyakarta, orang biasa menyebutnya "jogja'. Senang banget akhirnya bisa berkunjung ke Jogja lagi hihi. Langsung aja simak tulisan ku ya ~

Minggu, 19 Februari 2017
Liburan beberapa hari yang lalu, yaitu untuk refreshing dan ingin mengunjungi beberapa tempat wisata di jogja. Aku hanya punya waktu seminggu untuk liburan, karena tanggal 27 februari sudah mulai masuk semester baru. Sangat pelit hari libur. Tapi, bersyukur sudah dikasih libur haha. Aku berangkat ke Jogja bersama Elly, Emil, dan Layla dengan menaiki kereta api ekonomi "PROGO" dari Stasiun Pasar Senen. Waktu keberangkatan pukul 22.30 dan tiba di Stasiun Lempuyangan, Jogja pukul 06.55. Kegiatan selama di perjalanan hanya mengobrol dan bercanda-canda. Lebih banyak bercandanya. Meuni berisik haha. Lalu, tidur deh. Ga tau kenapa rasanya pas tidur tuh kesiksa gitu. Posisi ga ada yang enak sampai berujung kesemutan wkwk. Waktu ke malang, tidur bisa-bisa aja. Padahal waktu dari jakarta ke malang lebih lama dan jauh dari pada ke jogja.

Tiket Keberangkatan


Senin, 20 Februari 2017 (Day 1)
Yeaay akhirnya sampai di Stasiun Lempuyangan! Aku langsung menuju ke tempat duduk dan menelpon penginapan untuk menanyakan bisa tidaknya check-in lebih awal. Karena kami butuh rebahan hahah. Informasi dari penginapan untuk check-in pukul 15.00. Kan lama bener, badan udah sengklek (lemah!). Setelah telpon aku dapat informasi bahwa bisa check-in lebih awal (good!) dengan syarat kena charge sebesar Rp 230.000 (God -,-). Tapi, gapapa lah sing penting bisa rebahan yo. Pentingkan badan haha. Oke, langsung menuju ke penginapan yang akan kami singgahi, yaitu Edu Hostel jogja yang berlokasi di Jl. Letjen Suprapto No. 17, Ngampilan, Yogyakarta. Kami menuju kesana dengan Grab Car. Jadi, sekarang sudah mudah kalo dari stasiun jika ingin menuju ke suatu tempat. Ada Grab Car, Go-Jek, Uber (Ojek), dan lain-lain.

Penampakan Edu Hostel dari Jauh


Penampakan Lobby Edu Hostel


Sumber: http://www.eduhostels.com/photo

Saat sampai, aku langsung mengurus untuk check-in lebih awal. Alhamdulillahnya, karena check-in lebih awal mendapatkan voucher makan untuk sarapan pagi hihi. Aku di sana menginap selama 3 malam. Harusnya aku mendapat 3 voucher makan sarapan dan kami dapat 4 voucher karena check-in lebih awal. Di Edu Hostel ini ada 4 jenis kamar, yaitu Private Room untuk enam dan empat orang dan Single Bed khusus untuk wanita dan pria. Aku dan teman-teman memesan kamar yang Private Room untuk 4 orang dengan harga per-malamnya 460.000/room dengan fasilitas AC, TV dan kamar mandi dalam.  Jika menginginkan harga yang murah, kalian bisa pesan yang single bed dengan harga 80.000/bed per-malamnya dengan catatan "Shared Dorm", yaitu satu kamar bersama orang lain (kalau bersama teman, kemungkinan bisa satu kamar) dan kamar mandinya di luar. Kamar ini cocok untuk kalian yang senang bertemu dengan orang baru dan senang bersosialisasi, hehe. Urusan kamar mandi tidak usah khawatir, bersih. Disediakan juga mushola di penginapan ini.

Penampakan Private Room (4 orang)


Penampakan Kamar Mandi
Toilet dan kamar mandi terpisah ya. Di dalam kamar mandi terdapat 2 bilik shower room. Toiletnya disebelah kamar mandi. Semua gambar di atas diambil dari website Edu Hostel (http://www.eduhostels.com/) karena malas foto ruangannya hahah. Aku memesan kamar melalui Traveloka dan harganya sedikit lebih murah hihi. Harga per-room menjadi Rp 400.000.

Saat masuk ke kamar, aku lihat-lihat dan coba naik ke kasur tingkatnya. Diharapkan yang berbadan semok nan bongsor jangan loncat-loncat. Setelah itu istirahat sebentar dan lanjut untuk sarapan. Sarapannya, yaitu nasi uduk.

Pemandangan dari luar jendela kamar


Bisa makan di Roof Top
Setelah sarapan, kembali ke kamar dan mandi. Setelah semuanya selesai mandi, kami langsung berangkat ke destinasi pertama, yaitu Taman Sari. Kami menyewa motor untuk 3 hari. Harga sewa satu motor/hari (24 jam) sebesar Rp 70.000. Oke, mari cus.




Semua orang yang tau jogja pasti sudah tidak asing lagi mendengar Taman Sari. Ini pertama kalinya aku ke sana. Pernah minta sama bapak ku kesana. Katanya, "ngapain kesana, ga ada apa-apa, cuma liat air". Taman Sari ini dulunya adalah kebun kerajaan, tempat pemandian dan juga dijadikan sebagai benteng pertahanan. Harga tiket masuknya sangat murah, yaitu Rp 5000. Lahan taman sari pun juga sudah berkurang karena dijadikan tempat tinggal penduduk di sana.





Tempat pemandian raja bersama selirnya, mancay wkwk



Cuaca di sana saat itu sangatlah panas. Itu merupakan langkah pertama untuk membuat kulit menjadi keling. Banyak yang berkunjung ke sana. Tapi, tidak ramai yang bikin sesak. Berkeliling di sekitar taman sari seru menurut ku, karena kita masuk ke perkampungan yang beda dari kampung di jakarta, apalagi bedahan, beda banget. Namanya kampung cyber. Kampung Cyber ini adalah kampung yang internet banget karena setiap rumah terpasang jaringan internet. Selain itu, walaupun bentuk rumah-rumah di sana sangatlah sederhana, tapi sangat menarik karena adanya lukisan di tembok rumah-rumah warga. Sangat kreatif !











nengok sini dong, neng~



Kalau aku lihat di video series Jalan-jalan men episode Jogja tahun 2012, tempat wisata taman sari sepi dan tidak seramai sekarang. Tempat ini menjadi ramai dan hits semenjak adanya instagram. Banyak orang datang kesana hanya untuk foto di salah satu spot di taman sari yaitu masjid bawah tanah. Kebiasaannya orang-orang, pulang membawa foto untuk di upload di instagram. Sejarahnya dibawa pulang juga, ndak? hayo hahaha. Kayak aku ini, datang kesana, pulang membawa foto dan sejarahnya baca di google. Jangan ditiru yo, ndak boleh. Ya, masih mending mau baca sejarahnya, hehe.












Oke, setelah dari taman sari, kami lanjut ke destinasi selanjutnya, yaitu landasan pacu pantai depok, Akibat salah jalan melewati rute jl. wates, perjalanan ke sana menjadi jauh banget, haa. Bokong panas, nih wkwk. Landasan Pacu ini dibuat untuk pesawat aeromodeling (pesawat mini), tapi jarang digunakan. Tempat tersebut sekarang dijadikan salah satu spot foto. Dari area landasan pacu, kita bisa melihat ombak laut dari pantai depok (jauh-jauh ke Jogja nemu depok -,-). Untuk masuk ke sana dikenakan biaya hanya Rp 3000 saja. Mungkin lebih baik ke sana saat sunrise dan sunset. Keren pasti, hehe.




Panas banget disini


agar hasil foto ga backlight, ngambilnya dari arah ini


Muka pada blur karena manual focus hahaha
Setelah dari landasan pacu, kami menuju ke Gumuk Pasir Parangkusumo. Pemandangan menuju ke sana sangat apik. Melewati jalan yang ditumbuhi dengan pepohonan. Sayangnya tidak ada fotonya, karena menyetir ga bisa foto, hahaha.



Sampai di Gumuk Pasir, biaya yang dikeluarkan hanya untuk parkir sebesar Rp 3000. Di sana bisa main sandboarding. Informasi yang ku dapat dari youtube, harga untuk sandboarding, yaitu Rp 100.000/jam. Di sana kami hanya foto-foto sambil menikmati pemandangan disana. Bagus, deh. Cuman panasnya wadaw.,,








Heboh banget hahaha











Setelah main-main di Gumuk Pasir, sudah mulai merasa dehidrasi. Air minum habis semuanya. Kami lanjutkan perjalanan balik ke penginapan sambil mencari tempat makan, karena belum makan siang dan waktu sudah memasuki sore hari. Akhirnya, kami menemukan tempat makan rekomendasi temennya Layla, yaitu Seafood 99. Tempat makan ini berada di setelah kampus ISI kalau dari arah parangtritis. Harga makanan di sana murah-murah. Aku pesan Nasi + Ayam Rica-rica dengan harga Rp 9000 dan es jeruk seharga Rp 3000. Rasanya enak. Ya, enak aja kalau lagi lapar mah, hahaha. Tapi, ini enak kok, hehe.



Nyam-nyam. Semua makanannya yang di foto Rp 9000 hihi

Untuk makan malam kami memutuskan ke angkringan depan KR (Kedaulatan Rakyat). Aku pesan 4 sate (kerang, ayam, dan 2 sate baso pedas manis) dan nasi ayam rica-rica (ayamnya cuma sepotong kayak ukuran setengah penghapus pensil wakak) dan teh manis panas totalnya Rp 15.000. Oke, setelah makan mampir ke tugu Jogja sebentar dan balik ke penginapan. 




Selasa, 21 Februari 2017 (Day 2)

Tidur malam itu sangat nyenyak. Pasti suara goib keluar (ngorok). Rencana bangun subuh tidak berhasil. Melihat jendela ku kira masih jam 06.30. Ternyata jam 07.30. Langsung aja ku bergegas mandi. Selesai mandi, Jogja hujan 😒. Kami tetap jalan ke destinasi selanjutnya dengan menerjang hujan dengan memakai jas hujan. Aku lupa bawa ponco. Jangan khawatir karena ada ponco di motor yang ku sewa. Tapi, itu menjadi ke khawatiran karena jas hujannya basah dan bau apeeek, hayah. Destinasi selanjutnya, yaitu kalibiru.



Enaknya naik motor saat hujan tuh sejuk banget. Capeknya ga terlalu kerasa. Tapi, tetap harus berhati-hati ya karena jalanan licin yang pastinya. Pemandangannya apik banget saat memasuki daerah kulon progo. Alhamdulillah sampai kulon progo hujannya berhenti, yang ada hanya angin sepoi-sepoi. Nekat sih ke sana naik motor. Soalnya jauh banget dan banyak truk dan bis, hahah. 


Sampailah di kalibiru. Biaya parkir motor sebesar Rp 3000 dan tiket masuk kalibiru sebesar Rp 5000/orang. Ada beberapa spot foto di sana dan masin-masing spot foto bayar. 




Pertama kali liat hasil foto orang-orang di kalibiru kok bagus banget ya. Hasil foto sama aslinya sama-sama bagus ternyata. Cuman yang bingung cara ambil gambarnya biar bagus. Ternyata di sana ada jasa foto untuk foto di masing-masing spot. Aku dan teman-teman memilih untuk menggunakan jasa foto agar hasilnya bagus haha. Jasa foto ini menggunakan kamera dslr canon tipe 1100 (kata temen) yang dilengkapi dengan lensa wide dan 3 flash eksternal. 



Pengunjung dari Malaysia sedang berpose




Kabutnya cihuy


Karena habis hujan, kabut terus turun dan memutuskan untuk sabar menunggu hilangnya kabut. Sambil menunggu, menghangatkan diri dulu dengan memesan pop mie di warung kecil di sana. Sebelum itu, aku dan elly mampir ke gardu pandang dulu. 









Selesai, kami mendatangi salah satu spot foto, yaitu spot foto bundar dengan membayar Rp 15.000. Alhamdulillah karna kami sabar menunggu, kabutnya sedikit demi sedikit hilang dan pemandangan waduk sermo dari ke jauhan mulai terlihat, hihi. Satu foto dikenakan biaya Rp 5000 dengan pengambilan gambar minimal empat foto. Jadi, dari empat foto itu kalian pilih aja satu foto yang terbaik menurut mu. Kalau misalnya ingin semua fotonya diambil ya tinggal dikali aja, haha. Aku ambil semua foto, hehe. Soalnya sayang kalau semuanya tidak diambil. Inilah hasil fotonya..













Kalau ke sana tidak foto di spot-spot yang ada juga gapapa. Kalian bisa tracking untuk refreshing dan melihat-lihat pemandangan di sana. Harus ke sana, deh.







Okey, setelah dari kalibiru kami bingung mau lanjut ke destinasi mana. Sebenarnya destinasi yang dekat dari kalibiru ada Waduk Sermo dan Puncak Suroloyo. Tapi, pengennya antara ke Ratu Boko atau Kebun Buah Mangunan. Karena ke mangunan memakan waktu yang sangat lama, kami pilih ke Ratu Boko. Sementara waktu sudah menunjukkan pukul 15.30. Kira-kira bisa ga ya sampai ke sana. Oke, gas pol.


Parah, ternyata jauh banget ke Ratu Boko dari Kalibiru. Tanpa disadari, pas lihat di google map jaraknya 50an KM, hahah.

Walaaah.. Bocah gendeng! hahaha
Atau mendingan ke Borobudur ya? Atau ga sama sekali? hahaha
Jauh juga haha

Tujuan ke Ratu Boko sore hari ingin melihat sunset. Agak panik pas masuk jalan wonosari karena itu arah ke gunung gidul. Ternyata emang bisa lewat situ dan sempat salah jalan yang bikin makin jauh lagi jalannya. Rasa-rasa horor mulai muncul pas nanjak ke bukit di mana Istana Ratu Boko berada. Gelap, soalnya mendekati waktu magrib. Akhirnya, sampai di Ratu Boko. Tapi, TUTUP. Waktu menunjukkan pukul 17.30. Kalau aja sampe nya jam 17.00 masih bisa masuk tuh. HAHAH. Ya, sudahlah mari balik ke penginapan (sedih). 


Sebelum sampai ke penginapan, kami memutuskan untuk makan siang yang ke malaman, hahah. Makan pop mie tadi ndak ada apa-apanya, gizinya juga kurang (gaya). Kami makan di Gudeg Yu Djum yang berlokasi di Jl. Adisucipto, dekat dengan hotel Sheraton. Gudeg Yu Djum termasuk gudeg yang hits di jogja yang cabangnya sudah banyak. Biasanya kalau aku ke Jogja bersama keluarga, makannya di Pabrik Yu Djum yang Jl. Kaliurang dekat UGM, hehe.



Dari Google
Karena sudah terkenal dan banyak cabangnya, hargnya lumayan mahal juga yah, hahaha. Menu komplitnya (Nasi+Gudeg+krecek+ayam+telur) seharga Rp 40.000. Wow. Aku pesan gudeg (Nasi+Gudeg+krecek+ayam paha bawah) seharga Rp 23.000. Kreceknya enakan bikinan eyang aku, haha. Setelah makan, langsung balik ke penginapan untuk istirahat. Perjalanan hari itu sangat melelahkan.

Rabu, 22 Februari 2017 (Day 3)

Malamnya, sebelum tidur, kami semua pasang alarm. Aku menyuruh Elly untuk memasang nada alarm yang sama sepertiku. Kayak lagu dangdut gitu tapi hebring, wahaha. Alhasil, kami semua bisa bangun pagi, yaitu jam 04.30 hahah. Sholat, mandi, dan pas jam 7 kurang menuju ke tempat sarapan. Destinasi hari itu adalah Istana Ratu Boko. Kesampaian juga. Penasaran soalnya, hahah.



Tiket masuk Istana Ratu Boko seharga antara Rp 20.000 atau 25.000/ orang sepertinya. Lupa. Parkir motor sebesar Rp 3000. Ratu Boko menjadi tempat favoritku. Bagus! Arsitektur bangunannya juga bagus, yang menarik pas pintu masuk istananya. Area istananya juga luas banget, sampai aku ga mampir ke kolam pemandian. 



Letak Ratu Boko ini di atas bukit, jadi bisa melihat Candi Prambanan dari atas. Menurut wikipedia, Ratu Boko ini merupakan bangunan peninggalan pada masa Wangsa Sailendra. Banyak orang mengira Ratu Boko itu adalah Candi. Padahal itu Istana Kerajaan. Mungkin karena bangunannya mirip candi ya, hehe. Ratu Boko ini ada hubungannya dengan Candi Borobudur dan Nabi Sulaiman berdasarkan penelitian dari Prof. DR KH Fahmi Basya (http://www.netralitas.com/histori/read/4743/terbukti-ilmiah-nabi-sulaiman-hidup-dan-meninggal-di-indonesiadengan melihat adanya kecocokan dari cerita yang ada di Al-Quran. Bagi yang penasaran bisa browsing di internet, hehehe. Ini lah Istana Ratu Boko.












Ada beberapa tempat di dalam Istana Ratu Boko, diantaranya ada gapura, pendopo, paseban, kolam pemandian, dan ada goa juga. Mungkin aku dan teman-teman bisa nongki di gazebo seperti foto di atas, sayangnya ada abang-abang peterpan lovers sedang selonjoran. Lagu yang diputar dari HP-nya lagu Peterpan semua hahah.

Ini pemandangan di dekat gazebo. Yoms banget







Destinasi selanjutnya, yaitu Candi Ijo. Tapi, ga jadi ke sana 😞. Karena setelah itu mau ke Mangunan, mungkin takut kelamaan jadi, kami mampir ke Tebing Breksi aja. Bayar parkir sebesar Rp 3000 dan tiket masuk bayar sukarela saja. Oke, parkiralah kami. 


Dulunya, tebing ini hanyalah tebing biasa bekas tempat penambangan batu. Lalu, tempat ini terlantar begitu saja dan suka dijadikan warga di daerah sana, khususnya anak muda untuk menikmati pemandangan dari atas tebing. Muncul lah ide kalau tebing ini cocok dijadikan tempat wisata. Pada akhirnya tebing ini di ubah menjadi tebing dengan hiasan pahatan berbentuk naga dan wayang yang menarik orang-orang untuk datang ke sana. Sangat kreatif, ya. Indonesia gitu loh, apa juga dijadiin tempat wisata, ahaha. Kenapa dinamakan Tebing Breksi? Karena tebing tersebut adalah batu kapur breksi, haha. Waktu yang tepat untuk berkunjung ke tempat ini pada saat pagi dan sore. Jangan pada saat siang hari, deh. Panas banget! Rarasanya mau shower-an, pfft.






Setelah dari Tebing Breksi, kami lanjut ke Kebun Buah Mangunan. Lewat Jl. Wonosari lalu masuk Gunung Kidul. Saat di perempatan, pilih jalan ke Jl. Pathuk - Dlingo. Asik banget pas udah masuk gunung kidul tuh, adem. Saat dalam perjalanan, kami melihat tempat wisata hutan pinus. Ya, mumpung melewati sana, coba mampir aja. Tiket masuknya hanya bayar parkir 1 motor, yaitu Rp 6000.  Enak juga di sana. Cuman karena musim hujan, tanahnya jadi belok.








Setelah itu kami lanjut ke destinasi selanjutnya, yaitu Kebun Buah Mangunan. Dari hutan pinus memakan waktu 30 menit. Saat diperjalanan, kami mampir ke tempat makan kecil, yaitu warung baso & soto. Lupa namanya apa. Bannernya banyak di pinggiran jalan. Aku pesan Nasi + Soto Ayam seharga Rp 9000 dan Aqua Botol seharga Rp 3000. Elly pesan Magelangan dan itu rasanya enak. Bumbunya berasa. Sempat hujan juga. Selesai makan, Alhamdulillah hujannya reda dan cuaca berubah menjadi panas terik -,-. 

Sebelum sampai di mangunan, kami melewati Bukit Becici dan Hutan Pinus Imogiri. Ku kira Hutan Pinus yang pertama di datangi tadi tuh Hutan Pinus Imogiri. Ternyata Hutan Pinus Pengger Sendangsari, hahaha. Akhirnya, sampailah kami di Kebun Buah Mangunan. Harga tiket masuk, yaitu 1 motor 2 orang seharga Rp 10.000.


Banyak orang ke sana hanya untuk berfoto di puncak kebun buah mangunan. Sebelum sampai ke puncaknya, kita melewati bermacam-macam pohon yang ditanam di sana. Yang menarik di sana adalah melihat pemandangan bukit terbentang yang di tengah-tengahnya ada sungai kecil. Ada banyak gazebo juga di sana. Jadi, bisa duduk-duduk cantik, wkwk. Disarankan ke sana saat pagi atau sore hari, ya. Gakuku deh ke sana siang bolong. Panasnya warbyaza. 






Hasil foto di sana angle nya ga ada yang bagus, hahaha. Ga konsen karena panas banget, udah lelah. Elly masih penasaran dengan spot foto yang ada perahunya. Ternyata tidak ada di dalam kebun buah mangunan. Letaknya tidak jauh dari kebun buah mangunan. Nama tempat wisatanya, yaitu Jurang Tembelan Kanigoro. Ke sana hanya mengeluarkan biaya untuk parkir motor, yaitu Rp 3000. Menurut ku tempat wisata ini dibuat hanya untuk memuaskan para pengunjung untuk berfoto. Tempatnya kecil, gersang, dan puanas banget. Yang membuat menarik hanyalah spot foto perahu dan pemandangannya saja.








Ogah banget aku foto di sana hahaha. Lebih baik jadi kang foto aja ahahah. Pengunjung di sana bukan hanya dari jakarta seperti aku. Tapi, ada rombongan dari padang juga. Setelah dari sana, kami lanjut ke Tempat nongkrong asik sambil makan ice cream lezat di Tempo Gelato yang berlokasi di Jl. Prawirotaman.


Ada 2 jenis tempatnya, yaitu bisa menggunakan cone atau cup. Aku dan teman-teman pilih ice cream yang cone seharga Rp 25.000 dengan 2 macam rasa. Aku pesan rasa coklat oreo dan yogurt. Enak dan seger banget! Cocok banget deh dari tempat yang panas-panas datang ke tempo gelato.



Ini gadis dari mana?? dekil bener
Setelah ngadem kurang lebih setengah jam sepertinya, kami kembali penginapan untuk mandi dan istirahat. Malam hari, kami keluar lagi untuk mengunjungi malioboro. Mau jalan-jalan di malam hari, hehe. Sebelum ke sana, kami mampir ke The House of Raminten untuk makan malam. Bukan Raminten yang di Mirota. Lupa di daerah mana. Belum pernah ke sana sebelumnya. Ternyata waiting list. Rame banget. Mungkin ada menunggu sampai 30 menit. Emil dan Elly ga betah karena bau sesajen gitu wkwkwk. Terus minta makan di lantai dua aja. Percuma juga menghindari baunya, karena pas di tangga juga di taro sesajen hahaha. 

Raminten ini adalah angkringan level elitnya hahah. Aku pesan sego (nasi) goreng ayam (ayam suir) seharga Rp 19.000 dan secangkir teh manis panas seharga Rp 4000. Porsi nasi gorengnya lumayan besar, loh dan enak. Setelah dari Raminten, kami menuju ke malioboro. Nemenin Emil ke Mirota. Ternyata jalan kaki ke Mirota jauh banget, hahah. Sampai ngantuk, Pas sudah sampai, tutup, wkwkwk. Yowes, kami hanya jalan-jalan di pinggiran malioboro. Terus nonton ke pertunjukan musik angklung gitu di pinggir jalan. Ada yang nari nya coba, laki-laki kemayu wkwk. Ngakak deh pokoknya.


Dia lagi kecapean hahaha




Goyang maaang



Puas jalan-jalan di malioboro, kami balik ke penginapan dan istirahat, karena keesokan harinya kami udah balik. Kecuali Layla yang baliknya hari Sabtu.

Kamis, 23 Februari 2017
Hari kamis sudah mulai beres-beres packing karena pulang hari itu. Kegiatan hari itu hanya beli oleh-oleh saja. Lalu, check out dan berangkat ke Stasiun Lempuyangan. Liburan telah usai dan waktunya kembali ke rutinitas, hahah. Sampai jumpa, Jogjaaa~

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ada beberapa hal bodoh yang terjadi saat di Jogja. Mulai dari Si Emil yang suka bikin takut orang. Aku sedang duduk di tangga tempat tidur. Tiba-tiba Emil bilang "Tadi malem, yang duduk di tangga siapa, ya?". Langsung aku ngibrit sambil teriak nutupin tas di muka dan Elly lagi di kamar mandi juga ikutan ngibrit karena aku teriak wkwkwk. Kejadian Si Layla yang kagetan saat di klakson mobil wkwk. Kejadian aku kebingungan cari sandal. Dikirain di pakai layla keluar. Padahal aku yang pakai dan lupa kalau aku lepas sendalnya di luar kamar. Kayak mau masuk rumah wkwkwk. Terus Elly yang ga ngerti Google Maps di HP nya sendiri karena di aplikasinya sepi, cuma ada jalanan aja. Alhasil suka belok dadakan dan di klakson mobil, hahah. Saat nonton musik angklung di malioboro, di samperin penari laki-laki kemayu, aku kabur dan emil ga sadar kalau di samperin wkwk. Sumpah serem hahah. Terakhir, Si Layla sedang jalan di Ratu Boko ga lihat-lihat jalan, kakinya masuk ke kobangan yang ada tanahnya. Terciptalah jejak kaki layla yang tertinggal di Ratu Boko, wkwk.

Sekian dari cerita yang sangat panjang ini :)

9 comments:

  1. ahhh jogja memang selalu ngangenin.. selalu ada wisata baru disana..

    ReplyDelete
  2. jogja paling ngangenin klo ada pertunjukan usik malioboro. Nuansanya itu lhoh haha

    ninggal jejak ya kak, salam kenall hehe http://vakansee.blogspot.com/

    ReplyDelete
  3. Maaf kak mau nanyaa. Selama di Jogja, Kaka sewa motor/ mobil gitu atau naik taksi online?

    ReplyDelete
  4. Pengen banget jalan-jalan ke sana kak, berapaan yah Budget yang harus disiapin kak

    ReplyDelete
  5. Mba ke Kebun Mangunan pake motor matic bisa ga?Kan nanjak banget?

    ReplyDelete
  6. Nikmati Promo Imlek Tahun Baru Chinese 2020 Di Agen Bolavita Sekarang Juga !

    Di Tahun Tikus 2020 ini... Bolavita Akan Bagi - Bagi Angppao Untuk anda para bettor yang ingin bermain taruhan/judi online !

    Bolavita Menyediakan permainan yang sangat lengkap ! Memiliki Licensi Resmi Yang Berlokasi di Filipina, Aman dan Keamanan Terjamin !

    Tersedia juga banyak bonus meriah lainnya Seperti salah satu promo terpopuler ! Bonus 100% dapat anda Klaim setiap Hari !

    S128
    SV388
    CASINO
    TARUHAN BOLA
    SBOBET
    CBET
    NOVA88
    TEMBAK IKAN
    SLOT

    Jangan sungkan hubungi Kontak Cs kami yang online 24 Jam dibawah ini :

    » Nomor WhatsApp : +62812-2222-995
    » ID Telegram : @bolavitacc
    » ID Wechat : Bolavita
    » ID Line : cs_bolavita

    #agenbolavita #bandarbolavita #situsbolavita #casino #sabungayam #roulette #judidadu #judionline #bandaronline

    ReplyDelete